Friday, November 17, 2017

Mengamalkan Ilmu

________________________________
Bismillahirrohm
aanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
(Masih edisi mengamalkan ilmu, agar ilmu tidak hanya masuk dari telinga ke kepala, kemudian keluar lagi melalui mulut, Tetapi dari kepala ilmu masuk ke dalam hati, dan keluar melalui anggauta badan dalam kehidupan sehari-hari)


Pagi itu, sebelum berangkat ngaji (rutin setiap Ahad pagi mulai jam 7.00 wib – jam 8.00 wib) di Bakulan, saya sengaja BERWUDHU terlebih dahulu untuk memohon kepada Allah Ta'ala agar diberikan keselamatan. Karena, sesuai jadwal yang tertulis di buku, hari itu (Ahad, jam 9.00 wib) saya harus ngisi pengajian dalam rangka memperingati mauled Nabi Saw. di Masjid Al Muttaqin, di Ds. Sidowayah, Kal. Hargowilis, Kec. Kokap, Kab. Kulonprogo (kira-kira 60 km.) sehingga saya butuh ngebut untuk mengejar waktu dengan Yamaha RX King yang sudah mruput tadi, saya cek segala sesuatunya, termasuk rem dan bannya. Aman. Normal.

Tidak seperti biasanya, di majlis ngaji rutin di Bakulan, saya juga memasukkan uang ke kotak INFAQ untuk anak yatim Rp.20.000,- dengan tujuan juga untuk memohon kepada Allah Ta'ala agar perjalanan saya selamat sampai tujuan.

Jam 8.00 wib, pengajian rutin di Bakulan saya tutup. Tanpa jeda, saya langsung naik sepeda motor mboncengke kang Shodiq, santri yang saya ajak untuk menemani saya. "Bismillahirrohmaanirrokhiim. Ya Allah, kula nyuwun Panjenengan paring slamet anggen kula lelungan punika, lancar dumugi tujuan. Laa khaula walaa quwwata illaa billah". Ngoookk…Ngooooooooooook…Ngoooooooooooooookk…..Saya tancap gas. Meluncur ke lokasi pengajian.

Kira-kira 1 km. setelah menyeberangi jembatan Kali Progo, di sebuah tikungan ke kanan, tiba-tiba ….. Doorrrrr !!!!!!…..Sweett !!!!!…Sweettt !!!!…Sweett !!!!......Jlakkk !!!. Motor saya terbanting ke kiri jalan menabrak salah satu cagak-cagak pembatas pinggir jalan. Stang kiri nyampluk janggut saya, kemudian jlegg!!!....stang itu menancap di dada saya. Beruntung dada saya tidak jebol, dan hanya legok saja. Darah bercucuran dari janggut saya yang sobek. Dengkul dan tangan saya yang lecet-lecet, darahnya merembes menebus baju saya, terasa sangat perih. Ternyata ban belakang motor saya, pecah mendadak !

Usai ban sepeda motor yang pecah diganti, dan kerusakan-kerusakan dibetulkan, walaupun masih agak ndredek dan gemetaran, saya dan kang Shodiq melanjutkan perjalanan (meski saya tak yakin acaranya sudah bubar apa belum, karena telah tertunda selama membetulkan sepeda motor saya) bagi saya, yang penting adalah memenuhi tanggung jawab saya kepada panitia.

Akhirnya setelah melewati entah berapa banyak tikungan-tikungan yang sangat tajam, dan setelah melintasi entah berapa banyak tanjakan-tanjakan dan turunan-turunan yang tinggi-tinggi dan curam-curam, dan setelah entah berapa banyak kami bertanya-tanya, dan setelah naik kira 2 km. dari waduk yang bernama Sermo, sampailah kami di lokasi pengajian (Masjid Al Muttaqin, Sidowayah, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo).

Keadaan sudah sangat sepi. Semula saya pikir, pengajian telah selesai, dan saya sudah sangat terlambat (karena saya sampai di situ memang sudah jam 11. 15 wib). Tapi setelah saya amati dengan seksama, saya sama sekali tidak menemukan bekas-bekas adanya acara pengajian di masjid itu. Dan setelah saya tanyakan kepada orang yang melintas di depan masjid (yang kebetulan dia salah satu dari anggota takmir di masjid itu), TERNYATA HARI ITU MEMANG TIDAK ADA ACARA PENGAJIAN DI MASJID ITU. Bukan karena istri saya salah menulis hari dan tanggal, juga bukan karena saya salah mencari alamat, tetapi memang ADA ORANG YANG MENIPU SAYA.

Beruntunglah bahwa saya sudah mendapatkan ilmu dari almarhum ayah saya dan juga dari kitab-kitab yang saya baca, bahwa TIDAK ADA APAPUN YANG TERJADI DI DUNIA INI KECUALI ATAS KEHENDAK ALLAH. DAN KEHENDAK ALLAH ADALAH YANG TERBAIK UNTUK HAMBA-NYA. Itulah sebabnya, saya bisa tidak marah dan memaafkan orang yang menipu saya itu, karena saya faham bahwa kejadian itu bisa menimpa saya, hanya atas kehendak-Nya, dan saya yakin bahwa kehendak-Nya adalah yang terbaik untuk saya. Apalagi saya sudah berusaha secara lahir dan bathin.

Mensyukuri Nikmat Allah

___________________________________
Bismillahirrohm
aanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.

Seorang sahabat lama, datang bersilaturrahim ke rumah. Ngobrol ngalor ngidul, akhirnya sampai kepada ngomongke bisnis, kerja, usaha, termasuk cara menginvestasikan harta. Beli kebun karet atau kebun sawit di Sumatra, biar diurusi orang di sana dengan system bagi hasil, tiap bulan kita tinggal menerima hasil bersihnya. Atau malah gak usah jauh-jauh ke Sumatera, beli saja tanah di sini, gak usah diapa-apakan, dibiarkan saja, seiring perjalanan waktu, maka harganya akan naik dengan sendirinya.
 
Setelah teman saya pamit pulang, saya masuk kamar, anak saya bilang : "Menurut saya pak, investasi harta yang paling baik, itu justru seperti yang selama ini telah bapak lakukan. Ada orang minta dikasih, ada orang meminjam dipinjami, ada orang minta bantuan dibantu, ada orang minta tolong ditolong. Tidak usah mikir untung rugi,semua dilakukan karena Allah. Itulah investasi yang paling baik. Kerjasama dengan Allah, mesti untung dengan keuntungan yang sangat besar baik di dunia apalagi di akherat.Karena barangsiapa yang mencari (keuntungan) akherat, maka dia pasti akan mendapatkan (keuntungan) dunia"
 
Alkhamdulillah ya Allah, atas nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Nikmat yang bahkan tak terbeli dengan berapapun banyaknya harta benda. Yaitu nikmat bahwa "anakku telah faham bagaimana harta harus ditasarrufkan (digunakan) sesuai dengan hak-haknya". Karena hak harta yang sesungguhnya, adalah "digunakan" untuk berbuat kebaikan di dunia ini, baik untuk menolong agama Allah, ataupun untuk menolong sesama mahluk.

Nashrun minallohi wa fatkhun qoriib. Wallahul muwaafiq ila aqwamith thoriiq.

YANG MENYEBABKAN MURTAD





___________________________________
Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.


Termasuk yang menyebabkan murtad yang berkaitan dengan aqidah, yaitu apabila ‘mengingkari’ salah satu dari ‘sifat –sifat wajib’ Allah, yang telah disepakati oleh para ulama. Misalnya mengingkari bahwa Alah itu ‘Maha Mengetahui’, mengingkari bahwa Allah itu ‘Maha Kuasa’, mengingkari bahwa Allah itu ‘Maha Hidup’ dll.

Atau ‘mensifati’ Allah dengan ‘sifat’ yang para ulama telah sepakat bahwa Allah tidak mungkin bersifat dengan sifat itu. Misalnya mensifati Allah dengan sifat ‘bodoh, salah, lemah, ngantuk, tidur, mati’ dll. Semua ini bisa menjadikan seseorang murtad, rusak Islamnya apabila dilakukan secara sengaja. Na’udzubillah.

Sebab kadang-kadang tanpa sadar, kita menuduh bahwa Allah itu salah. Padahal jelas tidak mungkin jika Allah itu salah. Misalnya ketika kita kena musibah, kemudian kita merintih sambil berkata : “Ya Allah, apakah salah saya? Sehingga Engkau memberikan cobaan yang begini berat kepada saya?”

Nah perkataan kita seperti ini, sama saja dengan kita menuduh bahwa Allah telah berbuat ‘salah’ kepada kita. Kalau ucapan seperti ini dengan sengaja kita ucapkan untuk menyalahkan Allah, atau menganggap bahwa Allah itu bisa salah, maka kita telah murtad, Islam kita telah rusak, dan kita wajib segera bertaubat dan mengucapkan kembali 2 kalimat syahadat. Secepatnya.!!!


Allaahummarkhamna bil Quran, waj'alhu lanaa imaaman wa nuuron wa hudan wa rohmah. Allahumma dzakkirna minhu maa nasiina wa 'allimna minhu maa jahilna, warzuqna tilaawatahu aanaa-allaili wa athroofan nahaar. waj'alhu lanaa hujjatan ya...Robbal 'alamin.

____________________________________
**** Mohon dibaca dengan hati yang jernih dan niat yang ihlas.Bagi yang mau komentar tidak setuju, sebaiknya sholat istikhoroh dulu untuk memohon petunjuk dari Allah.
**** Bagi yang berbagi, saya doakan Jazaakumullahu khoirol jazaa. Aamiin.
 

Mengkritisi Sikap Umat Islam Terhadap Kitab Suci al-Quran



____________________________________
Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
(Edisi : mengkritisi sikap umat Islam terhadap kitab suci al Quran -1)

Dulu, ketika saya membaca al Quran tidak tahu artinya dan tidak tahu isinya, saya lumayan rajin membaca al Quran. Karena setiap membaca al Quran, saya merasa sangat asyik. Sangat senang. Apalagi kalau pas surat-surat yang sudah lanyah atau bahkan setengah hafal….Oooohhh…. enjoy banget. Tanpa ada beban. Tanpa ada tuntutan. Karena saya tidak tahu apa yang sedang dibicarakan al Quran. Yang ada hanyalah pahala bacaan al Quran, syafa'at al Quran, dan barokah al Quran, yang pasti akan saya dapatkan di sisi Allah Ta'ala di hari Qiyamat nanti. 


Apalagi kalau pas khatam membacanya. Oh…Ada rasa puas dan bahagia luar biasa, yang bahkan sulit untuk bisa diungkapkan dengan kata-kata. Aku ciumi al Quran dengan sepenuh rasa cinta seraya berdoa dalam hati, memanjatkan berbagai macam permohonan, karena saya yakin ketika itu doaku diaminkan oleh 60.000 malaikat. Jadi, pasti terkabul. Tidak lupa sebelum saya berbicara apa-apa, saya tiupkan nafas pada segelas air putih, saya minum separuhnya, dan sisanya saya masukkan ke sumur. Untuk ngalap berkah al Quran.

Tapi setelah jika membaca al Quran, saya tahu arti dan isinya, saya malah menjadi malas untuk membacanya. Mengapa ?
Karena rasa asyik dan enjoy menikmati bacaan al Quran, terutama pada surat-surat yang setengah hafal, itu kini telah sirna. Rasa puas dan bahagia tak terhingga ketika khatam membaca al Quran pun juga telah hilang, malah menjadi seperti beban hutang yang menyiksa jika tidak segera dilunasinya dengan mengamalkannya.

Sekarang, setiap membaca al Quran, yang ada hanyalah rasa takut dan sedih. Takut saya hanya membaca-bacanya saja, tanpa ada keinginan untuk mengetahui dan mentadabburi apa isinya. Sedih, karena setelah saya bisa mengetahui isi ajarannya, ternyata saya tidak bisa mengamalkannya. Padahal, saya yakin bahwa barokah dan syafa'at al Quran, hanya akan Allah berikan kepada orang yang mengamalkan isinya, dan bukan kepada orang yang hanya meminum air yang telah dibacakan al Quran padanya.
.
Intinya, saya bukan tidak senang dengan membaca al Quran atau orang yang membaca al Quran. Demi Allah bukan (karena alkhamdulillah saya masih waras). Tetapi saya hanya mengingatkan, bahwa al Quran itu tidak hanya butuh dibaca-baca saja, tetapi butuh diketahui isinya dan butuh diamalkannya. Kalau dengan membaca al Quran kita tidak bisa mengetahui isinya, maka kita wajib mendatangi majlis-majlis ilmu, dengan niat untuk mencari tahu "isi ajaran" al Quran. Sehingga, tujuan al Quran diturunkan sebagai pedoman hidup, bisa terwujud.

Allaahummarkhamna bil Quran, waj'alhu lanaa imaaman wa nuuron wa hudan wa rohmah. Allahumma dzakkirna minhu maa nasiina wa 'allimna minhu maa jahilna, warzuqna tilaawatahu aanaa-allaili wa athroofan nahaar. waj'alhu lanaa hujjatan ya...Robbal 'alamin.

____________________________________
**** Mohon dibaca dengan hati yang jernih dan niat yang ihlas.Bagi yang mau komentar tidak setuju, sebaiknya sholat istikhoroh dulu untuk memohon petunjuk dari Allah.
**** Bagi yang berbagi, saya doakan Jazaakumullahu khoirol jazaa. Aamiin.

Mengkritisi pemahaman masyarakat tentang ngaji



___________________________________
Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
(Mengkritisi pemahaman masyarakat tentang ngaji – 1)

Seorang ibu berkata : "Saya senang anak saya sekolah di sana, sebab setiap pagi, setiap akan memulai pelajaran mesti ngaji Asma-ul khusna dulu (mungkin maksudnya 'membaca Asmaa-ul khusna).


Inilah gambaran mayoritas masyarakat awam. Mereka memahami bahwa ngaji itu baca Quran. Ngaji itu baca Arab. Apa saja asal bacaannya Arab, masyarakat tahunya itulah ngaji. Itulah sebabnya, meski masyarakat sudah (merasa) sering ngaji, bahkan rajin ngaji, tapi tetap "tidak ngerti" akan ajaran agamanya.

Mestinya mereka harus difahamkan, bahwa yang namanya ngaji itu "tholabul ilmi" (cari ilmu). Golek pengertian. Pengertian apa saja, khususnya ajaran-ajaran agamanya. Dan, untuk itu, yang harus disediakan untuk mereka adalah "majlis 'ilmu" agar mereka bisa datang, duduk, dan dengar nasehat-nasehat ajaran agamanya.

Inilah yang seharusnya dilakukan oleh para ulama/kyai/ustadz/atau siapa saja yang menginginkan masyarakat "ngerti" ajaran-ajaran agamanya. Menyediakan majlis ngaji. Menyediakan majlis ilmu. Bareng-bareng nyinau piwulang agama.

Dzikrullah, wiridan, berdoa, munajat, istighotsah, dll. yang serupa dengan itu akan sangat lebih baik jika dilakukan SENDIRIAN di waktu LARUT MALAM….syukur-syukur di 1/3 akhir malam. 

Termasuk shalat-shalat sunat, maka akan lebih baik jika dilakukan sendirian di rumah. Kecuali shalat-shalat sunat yang memang disunahkan berjama'ah.
Ihdinashshiroothol mustaqiim.