___________________________________
aanirrohiim.Alk hamdulillah,
wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi
ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu
yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-ili in.
Bismillahirrohm
Seorang sahabat lama, datang bersilaturrahim ke rumah. Ngobrol ngalor ngidul, akhirnya sampai kepada ngomongke bisnis, kerja, usaha, termasuk cara menginvestasika n
harta. Beli kebun karet atau kebun sawit di Sumatra, biar diurusi orang
di sana dengan system bagi hasil, tiap bulan kita tinggal menerima
hasil bersihnya. Atau malah gak usah jauh-jauh ke Sumatera, beli saja
tanah di sini, gak usah diapa-apakan, dibiarkan saja, seiring perjalanan
waktu, maka harganya akan naik dengan sendirinya.
Setelah teman
saya pamit pulang, saya masuk kamar, anak saya bilang : "Menurut saya
pak, investasi harta yang paling baik, itu justru seperti yang selama
ini telah bapak lakukan. Ada orang minta dikasih, ada orang meminjam
dipinjami, ada orang minta bantuan dibantu, ada orang minta tolong
ditolong. Tidak usah mikir untung rugi,semua dilakukan karena Allah.
Itulah investasi yang paling baik. Kerjasama dengan Allah, mesti untung
dengan keuntungan yang sangat besar baik di dunia apalagi di
akherat.Karena barangsiapa yang mencari (keuntungan) akherat, maka dia
pasti akan mendapatkan (keuntungan) dunia"
Alkhamdulillah ya Allah,
atas nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Nikmat yang bahkan
tak terbeli dengan berapapun banyaknya harta benda. Yaitu nikmat bahwa
"anakku telah faham bagaimana harta harus ditasarrufkan (digunakan)
sesuai dengan hak-haknya". Karena hak harta yang sesungguhnya, adalah
"digunakan" untuk berbuat kebaikan di dunia ini, baik untuk menolong
agama Allah, ataupun untuk menolong sesama mahluk.
Nashrun minallohi wa fatkhun qoriib. Wallahul muwaafiq ila aqwamith thoriiq.
No comments:
Post a Comment