Friday, November 17, 2017

Mensyukuri Nikmat Allah

___________________________________
Bismillahirrohm
aanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.

Seorang sahabat lama, datang bersilaturrahim ke rumah. Ngobrol ngalor ngidul, akhirnya sampai kepada ngomongke bisnis, kerja, usaha, termasuk cara menginvestasikan harta. Beli kebun karet atau kebun sawit di Sumatra, biar diurusi orang di sana dengan system bagi hasil, tiap bulan kita tinggal menerima hasil bersihnya. Atau malah gak usah jauh-jauh ke Sumatera, beli saja tanah di sini, gak usah diapa-apakan, dibiarkan saja, seiring perjalanan waktu, maka harganya akan naik dengan sendirinya.
 
Setelah teman saya pamit pulang, saya masuk kamar, anak saya bilang : "Menurut saya pak, investasi harta yang paling baik, itu justru seperti yang selama ini telah bapak lakukan. Ada orang minta dikasih, ada orang meminjam dipinjami, ada orang minta bantuan dibantu, ada orang minta tolong ditolong. Tidak usah mikir untung rugi,semua dilakukan karena Allah. Itulah investasi yang paling baik. Kerjasama dengan Allah, mesti untung dengan keuntungan yang sangat besar baik di dunia apalagi di akherat.Karena barangsiapa yang mencari (keuntungan) akherat, maka dia pasti akan mendapatkan (keuntungan) dunia"
 
Alkhamdulillah ya Allah, atas nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Nikmat yang bahkan tak terbeli dengan berapapun banyaknya harta benda. Yaitu nikmat bahwa "anakku telah faham bagaimana harta harus ditasarrufkan (digunakan) sesuai dengan hak-haknya". Karena hak harta yang sesungguhnya, adalah "digunakan" untuk berbuat kebaikan di dunia ini, baik untuk menolong agama Allah, ataupun untuk menolong sesama mahluk.

Nashrun minallohi wa fatkhun qoriib. Wallahul muwaafiq ila aqwamith thoriiq.

No comments:

Post a Comment