Friday, November 17, 2017

Mengkritisi Sikap Umat Islam Terhadap Kitab Suci al-Quran



____________________________________
Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
(Edisi : mengkritisi sikap umat Islam terhadap kitab suci al Quran -1)

Dulu, ketika saya membaca al Quran tidak tahu artinya dan tidak tahu isinya, saya lumayan rajin membaca al Quran. Karena setiap membaca al Quran, saya merasa sangat asyik. Sangat senang. Apalagi kalau pas surat-surat yang sudah lanyah atau bahkan setengah hafal….Oooohhh…. enjoy banget. Tanpa ada beban. Tanpa ada tuntutan. Karena saya tidak tahu apa yang sedang dibicarakan al Quran. Yang ada hanyalah pahala bacaan al Quran, syafa'at al Quran, dan barokah al Quran, yang pasti akan saya dapatkan di sisi Allah Ta'ala di hari Qiyamat nanti. 


Apalagi kalau pas khatam membacanya. Oh…Ada rasa puas dan bahagia luar biasa, yang bahkan sulit untuk bisa diungkapkan dengan kata-kata. Aku ciumi al Quran dengan sepenuh rasa cinta seraya berdoa dalam hati, memanjatkan berbagai macam permohonan, karena saya yakin ketika itu doaku diaminkan oleh 60.000 malaikat. Jadi, pasti terkabul. Tidak lupa sebelum saya berbicara apa-apa, saya tiupkan nafas pada segelas air putih, saya minum separuhnya, dan sisanya saya masukkan ke sumur. Untuk ngalap berkah al Quran.

Tapi setelah jika membaca al Quran, saya tahu arti dan isinya, saya malah menjadi malas untuk membacanya. Mengapa ?
Karena rasa asyik dan enjoy menikmati bacaan al Quran, terutama pada surat-surat yang setengah hafal, itu kini telah sirna. Rasa puas dan bahagia tak terhingga ketika khatam membaca al Quran pun juga telah hilang, malah menjadi seperti beban hutang yang menyiksa jika tidak segera dilunasinya dengan mengamalkannya.

Sekarang, setiap membaca al Quran, yang ada hanyalah rasa takut dan sedih. Takut saya hanya membaca-bacanya saja, tanpa ada keinginan untuk mengetahui dan mentadabburi apa isinya. Sedih, karena setelah saya bisa mengetahui isi ajarannya, ternyata saya tidak bisa mengamalkannya. Padahal, saya yakin bahwa barokah dan syafa'at al Quran, hanya akan Allah berikan kepada orang yang mengamalkan isinya, dan bukan kepada orang yang hanya meminum air yang telah dibacakan al Quran padanya.
.
Intinya, saya bukan tidak senang dengan membaca al Quran atau orang yang membaca al Quran. Demi Allah bukan (karena alkhamdulillah saya masih waras). Tetapi saya hanya mengingatkan, bahwa al Quran itu tidak hanya butuh dibaca-baca saja, tetapi butuh diketahui isinya dan butuh diamalkannya. Kalau dengan membaca al Quran kita tidak bisa mengetahui isinya, maka kita wajib mendatangi majlis-majlis ilmu, dengan niat untuk mencari tahu "isi ajaran" al Quran. Sehingga, tujuan al Quran diturunkan sebagai pedoman hidup, bisa terwujud.

Allaahummarkhamna bil Quran, waj'alhu lanaa imaaman wa nuuron wa hudan wa rohmah. Allahumma dzakkirna minhu maa nasiina wa 'allimna minhu maa jahilna, warzuqna tilaawatahu aanaa-allaili wa athroofan nahaar. waj'alhu lanaa hujjatan ya...Robbal 'alamin.

____________________________________
**** Mohon dibaca dengan hati yang jernih dan niat yang ihlas.Bagi yang mau komentar tidak setuju, sebaiknya sholat istikhoroh dulu untuk memohon petunjuk dari Allah.
**** Bagi yang berbagi, saya doakan Jazaakumullahu khoirol jazaa. Aamiin.

No comments:

Post a Comment