___________________________________
Bismillahirrohm aanirrohiim.Alk hamdulillah, wash sholaatu was
salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji
karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin,
ya Mujiibassaa-ili in.
_______________
(Mengkritisi pemahaman masyarakat tentang ngaji – 1)
_______________
(Mengkritisi pemahaman masyarakat tentang ngaji – 1)
Seorang ibu berkata : "Saya senang anak saya sekolah di sana, sebab
setiap pagi, setiap akan memulai pelajaran mesti ngaji Asma-ul khusna dulu
(mungkin maksudnya 'membaca Asmaa-ul khusna).
Inilah gambaran mayoritas masyarakat awam. Mereka memahami bahwa ngaji itu
baca Quran. Ngaji itu baca Arab. Apa saja asal bacaannya Arab, masyarakat
tahunya itulah ngaji. Itulah sebabnya, meski masyarakat sudah (merasa) sering
ngaji, bahkan rajin ngaji, tapi tetap "tidak ngerti" akan ajaran
agamanya.
Mestinya mereka harus difahamkan, bahwa yang namanya ngaji itu
"tholabul ilmi" (cari ilmu). Golek pengertian. Pengertian apa saja,
khususnya ajaran-ajaran agamanya. Dan, untuk itu, yang harus disediakan untuk
mereka adalah "majlis 'ilmu" agar mereka bisa datang, duduk, dan
dengar nasehat-nasehat ajaran agamanya.
Inilah yang seharusnya dilakukan oleh para ulama/kyai/ ustadz/atau siapa
saja yang menginginkan masyarakat "ngerti" ajaran-ajaran agamanya.
Menyediakan majlis ngaji. Menyediakan majlis ilmu. Bareng-bareng nyinau
piwulang agama.
Dzikrullah, wiridan, berdoa, munajat, istighotsah, dll. yang serupa dengan
itu akan sangat lebih baik jika dilakukan SENDIRIAN di waktu LARUT
MALAM….syukur-s yukur di 1/3 akhir malam.
Termasuk shalat-shalat sunat,
maka akan lebih baik jika dilakukan sendirian di rumah. Kecuali shalat-shalat
sunat yang memang disunahkan berjama'ah.
Ihdinashshiroot hol mustaqiim.
No comments:
Post a Comment